Positif Corona, Perdana Menteri Inggris Tetap Kerjakan Tugas Pemerintahan

Boris Johnson - Reuters/Neil Hall

Bisnis.com, JAKARTA – Dengan diagnosis positif virus corona, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus berjuang melawan penyakit COVID-19 sambil bekerja dari rumah. Isolasi diri merupakan langkah yang ditempuh Johnson dan seluruh orang dengan gejala di Ingris.
Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintahan Inggris Sir Patrick Vallance mengatakan bahwa Johnson sudah menggunakan peralatan digital untuk mengelola pertemuannya dengan para pejabat. Dia memastikan dirinya tetap mendapatkan informasi selama isolasi diri.
Awal pekan ini, Johnsno dilaporkan berbicara dengan kabinetnya menggunakan platform konferensi Zoom, yang sedang naik daun di tengah pandemi ini. Akan tetapi, Staf Departemen Pertahanan Inggris dilarang menggunakan aplikasi ini sementara karena masih tahapan penyelidikan keamanan.
Alan Woodward, seorang profesor keamanan siber di University of Surrey mengatakan bahwa pemerintah akan dapat mengandalkan ‘unit telelpon aman’ untuk membantu Johnson melakukan panggilan penting.
“Di dalam pemerintahan, mereka memiliki sistem telepon yang aman, dulu bernama Brent two,” katanya seperti dikutip Metro, Sabtu (28/3).
Perdana Menteri dilaporkan memiliki setidaknya satu alat tersebut, yang digunakan untuk pembicaraan klasifikasi tertinggi. Ratu Elizabeth II yang kini sedang ada di Kastil Windsor juga telah melakukan audiensi mingguan dengan Perdana Menteri melalui telepon.
Woodward mengakui bahwa penggunaan aplikasi Zoom memang memiliki risiko keamanan yang cukup serius untuk para perusahaan. Kendati hal tersebut belum bisa dipastikan untuk saat ini.
Dia mengatakan perlu memastikan mereka tidak menggunakan percakapan yang tidak seharusnya mereka dengan melalui saluran yang disediakan.
“Saya yakin bahwa pusat keamanan siber nasional akan melihat hal ini untuk memastikan tidak ada celah. Zoom memang mendukung enskripsi end-to-end, tetapi jelas itu belum diuji di tingkat tertinggi,” katanya.
Woodward mengatakan para pejabat akan memastikan saluran komunikasi mereka menggunakan enkripsi dan akan bergantung pada intranet aman milik pemerintah. Intranet ini dapat digunakan hingga tingkat klasifikasi tertentu dengan jaringan yang aman.
Catherine Haddon, senior di Institut Pemerintahan mengatakan bahwa Johnson akan lebih banyak menerima informasi dalam bentuk digital. Dia menyampaikan perannya bisa digantikan oleh Menteri Luar Negeri jika Johnson terus mengalami kondisi kesehatan yang semakin buruk.
“Mereka sudah melakukan sejumlah pekerjaan jarak jauh, kita tahu bahwa kabinet telah menggunakan konferensi video, begitu juga dengan G7 dan G20,” katanya.
Haddon mengatakan bahwa beban kerja Johnson tidak cenderung berubah, karena Perdana Menteri juga mengalami tanda-tanda gejala ringan dari virus corona.
Pun, dia mengatakan sistem kabinet pemerintahan memungkinkan seorang menteri untuk mewakili Perdana Menteri jika Johnson semakin tidak sehat dalam perjuangannya melawan wabah penyakit COVID-19.

Comments