Otoritas Keamanan Siber Vietnam Selidiki Cryptocurrency Pi Network


 Setelah ramai menjadi perbincangan di Vietnam, Pi Network pun kini dibidik oleh otoritas keamanan siber setempat.

Bahkan kini Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap cryptocurrency Pi, Jumat (1/7/2023).

“Operasi model cryptocurrency seperti Pi belakangan ini telah sangat kompleks dan tidak diatur,” kata kepala departemen, Le Xuan Minh, dalam sebuah pertemuan di Hanoi dikutip Beritabulukumba.com dari VN Express.

Pihaknya menduga aktivitas bisnis currency Pi Network menyerupai model multi-level marketing.

“Tidak ada aktivitas bisnis lain yang dapat menghasilkan tingkat pendapatan online yang begitu tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kepolisian di berbagai wilayah sedang menyelidiki aktivitas terkait cryptocurrency Pi.

Otoritas telah memperingatkan masyarakat untuk tidak berinvestasi dalam model cryptocurrency dengan tingkat keuntungan yang tidak wajar tinggi, atau yang menggunakan model pemasaran multi-level.

“Kegiatan semacam ini membawa banyak risiko,” kata Minh.

Ahli blockchain di HCMC mengatakan banyak orang masih percaya pada Pi karena menjadi anggota tidak dipungut bayaran.

Perlu diingatkan bahwa mereka berisiko kehilangan data pribadi mereka.

Cryptocurrency tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di Vietnam, dan penerbitan, perdagangan, atau penggunaannya sebagai pembayaran bisa mengakibatkan denda hingga VND100 juta (sekitar US$4,240).

Sejak dirilis 14 Maret 2019 silam, Pi Network mengalami perkembangan pesat di Vietnam.

Tak sedikit toko, warung kopi hingga salon menerima pembayaran Pi dalam bertransaksi.

Sumber : https://www.beritabulukumba.com/cryptocurrency/561/otoritas-keamanan-siber-vietnam-selidiki-cryptocurrency-pi-network

Comments