14 Jenis Teknologi Ramah Lingkungan yang Bisa Diadposi UMKM




 UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, pelaku UMKM kerap dituntut untuk terus berinovasi agar bisnisnya dapat bertahan dan berkembang. Nah, salah satu bentuk inovasinya adalah dengan cara mengadopsi green technology alias teknologi ramah lingkungan.

Melalui penerapan green technology, UMKM tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Apa saja yang harus dipahami Sahabat Wirausaha jika akan memperkuat bisnis dengan menggunakan prinsip green technology? Ikuti terus ulasannya pada artikel ini, ya.


Ruang Lingkup Teknologi Ramah Lingkungan

Green technology atau clean technology, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu teknologi, metode, atau pendekatan yang dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, menghemat sumber daya alam, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Green technology bertujuan mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia termasuk dampak dari pemanasan global.

Teknologi yang dikategorikan ramah lingkungan mencakup berbagai inovasi yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, penghematan energi, pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya alam yang terbarukan, dan pengurangan polusi. Beberapa contohnya adalah teknologi panel surya, turbin angin, teknologi irigasi hemat air, sistem pengelolaan limbah, dan kendaraan listrik.


Adaptasi Green Technology Yang Dapat Dilakukan UMKM

Ada beberapa hal mengenai adaptasi green technology yang dapat dilakukan UMKM, apa saja, ya?

1. Bangunan hijau

Bangunan hijau adalah bangunan yang proses pembuatan bangunannya menggunakan teknologi hijau, mulai dari pemilihan bahan bangunan sampai pemilihan lokasi. Selain itu, definisi bangunan hijau juga mengacu pada proses pembuatannya yaitu mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya seperti air, energi, dan materialnya untuk mengurangi efek emisi gas rumah kaca.

2. Energi alternatif green technology

Dapat dilakukan dengan mengembangkan energi alternatif atau energi yang terbarukan. Contohnya:

  • Biogas yang merupakan gas alternatif untuk menghasilkan listrik, sebagai bahan bakar, dan untuk penerangan.
  • Memasang panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.
  • Menggunakan turbin angin skala kecil untuk menghasilkan energi listrik.
  • Menggunakan mesin penggerak berbahan bakar biomassa pada sektor industri.

3. Kendaraan listrik

Jenis kendaraan ini digunakan dengan memanfaatkan energi listrik yang tersimpan dalam baterai atau tempat penyimpanan energi lainnya. Misalnya mobil listrik dan sepeda listrik. Jenis kendaraan ini lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil.

4. Daur ulang

Kegiatan daur ulang juga termasuk teknologi hijau, karena ada proses pengolahan dan pemanfaatan kembali suatu barang. Contoh bahan yang sering didaur ulang ialah plastik, kaca, kertas, serta bahan logam. Namun, ada juga yang mendaur ulang limbah elektronik dan suku cadang mobil.

5. Mengembangkan produk ramah lingkungan

Produk yang ramah lingkungan tidak hanya dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki potensi pasar yang semakin meningkat. Konsumen saat ini semakin sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan, sehingga produk ramah lingkungan memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui, seperti kain organik, kertas daur ulang, atau plastik biodegradable.
  • Mengembangkan produk yang memiliki umur pakai lebih lama, sehingga mengurangi konsumsi sumber daya dan produksi limbah.
  • Menerapkan sistem produksi yang hemat energi dan minim polusi, misalnya dengan menggunakan teknologi cuci air tanpa deterjen pada industri tekstil.

6. Menerapkan sistem manajemen lingkungan

Sistem manajemen lingkungan dapat membantu UMKM untuk mengidentifikasi, mengontrol, dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan usahanya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengadopsi standar manajemen lingkungan internasional, seperti ISO 14001, tentang manajemen lingkungan.
  • Melakukan audit lingkungan secara berkala untuk mengevaluasi kinerja lingkungan dan mengidentifikasi peluang perbaikan.
  • Melibatkan seluruh karyawan dalam upaya pelestarian lingkungan, misalnya dengan menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi tentang green technology.

7. Memanfaatkan insentif dan dukungan pemerintah

Merujuk dari situs http://greengrowth.bappenas.go.id/, pemerintah menyediakan insentif dan dukungan untuk UMKM yang ingin mengadopsi green technology. Beberapa bentuk dukungan yang dapat dimanfaatkan antara lain:

  • Menciptakan faktor pemungkin kebijakan dan insentif yang menghasilkan iklim investasi yang kondusif.
  • Mendukung UKM industri teknologi bersih.
  • Akses ke program pinjaman dengan bunga rendah untuk pengembangan teknologi ramah lingkungan.
  • Pelatihan dan konsultasi gratis mengenai penerapan green technology.
  • Insentif pajak dan subsidi untuk penggunaan energi terbarukan dan peralatan hemat energi.

    8. Kolaborasi dengan mitra bisnis yang peduli lingkungan

    Membangun jaringan kerja sama dengan mitra bisnis yang memiliki komitmen yang sama terhadap pelestarian lingkungan dapat membantu UMKM dalam mengadopsi green technology. Kolaborasi ini bisa meliputi:

    • Menggandeng pemasok yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan dan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
    • Bekerja sama dengan perusahaan transportasi yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan atau mengoptimalkan pengiriman untuk mengurangi emisi.
    • Berpartisipasi dalam program sertifikasi yang menjamin keberlanjutan produk atau jasa yang ditawarkan, seperti sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) untuk produk kayu atau Rainforest Alliance untuk produk pertanian.

    9. Edukasi konsumen tentang keunggulan produk ramah lingkungan

    Pendidikan konsumen tentang manfaat dan keunggulan produk ramah lingkungan merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran dan mendukung pertumbuhan bisnis UMKM yang menerapkan green technology. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

    • Menyampaikan informasi tentang manfaat produk ramah lingkungan melalui kemasan, brosur, atau media sosial.
    • Mengadakan acara atau webinar yang membahas topik terkait keberlanjutan dan green technology.
    • Menyediakan informasi tentang praktik bisnis berkelanjutan yang diterapkan oleh UMKM di situs web perusahaan atau profil media sosial.

    10. Penerapan teknologi informasi hijau (green IT)

    Penerapan green IT dapat membantu pelaku UMKM mengurangi konsumsi energi, memperpanjang umur perangkat, dan mengurangi limbah elektronik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

    • Mengganti perangkat lama dengan perangkat yang lebih efisien dalam hal konsumsi energi, seperti komputer dengan server hemat energi.
    • Menggunakan teknologi virtualisasi untuk mengurangi jumlah perangkat fisik yang diperlukan.
    • Mendaur ulang atau menangani limbah elektronik secara bertanggung jawab, misalnya dengan menjual atau menyumbangkan perangkat yang tidak lagi digunakan.

    11. Mengembangkan inovasi dan penelitian di bidang green technology

    Pelaku UMKM juga dapat berperan dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dengan berinvestasi dalam inovasi dan penelitian. Hal ini tidak hanya dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga dapat menciptakan peluang bisnis baru. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

    • Melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian atau universitas untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang relevan dengan sektor usaha UMKM.
    • Mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk teknologi yang dihasilkan, sehingga dapat memberikan keuntungan kompetitif di pasar.
    • Dengan mengimplementasikan berbagai strategi di atas, UMKM dapat memperkuat bisnis mereka melalui penerapan green technology. Selain meningkatkan daya saing, langkah-langkah ini juga akan membantu UMKM membangun reputasi positif di mata konsumen dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. 

      12. Membangun merek yang berkomitmen pada keberlanjutan

      Merek yang kuat dan berkomitmen pada keberlanjutan akan semakin menarik bagi konsumen yang peduli terhadap lingkungan. UMKM dapat membangun merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dengan:

      • Menyampaikan misi dan visi perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan dalam komunikasi pemasaran.
      • Menggunakan logo, tagline, atau slogan yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
      • Melakukan kampanye pemasaran yang menekankan keunggulan produk atau jasa yang ramah lingkungan.

      13. Mengukur dan melaporkan dampak lingkungan

      Memonitor dan melaporkan dampak lingkungan dari kegiatan bisnis UMKM sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan green technology dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

      • Mengukur konsumsi energi, air, dan emisi gas rumah kaca secara berkala.
      • Melakukan analisis siklus hidup produk untuk mengidentifikasi titik-titik perbaikan dalam proses produksi dan distribusi.
      • Menyusun laporan keberlanjutan yang mencakup informasi mengenai penerapan green technology dan dampak lingkungan bisnis.

      14. Mempromosikan kesadaran lingkungan di antara karyawan

      Karyawan yang sadar dan peduli terhadap lingkungan akan lebih termotivasi untuk mendukung penerapan green technology di tempat kerja. UMKM dapat meningkatkan kesadaran lingkungan karyawan dengan:

      • Menyelenggarakan pelatihan dan workshop tentang keberlanjutan dan green technology.
      • Melibatkan karyawan dalam program pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon atau kegiatan penghijauan.
      • Mengadakan kompetisi atau penghargaan untuk karyawan yang berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

      Nah, Sahabat Wirausaha, dengan menerapkan berbagai strategi di atas, UMKM dapat memperkuat bisnis melalui penerapan green technology. Selain menjadi investasi untuk masa depan yang lebih hijau, penerapan green technology juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan membantu menciptakan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang.

    • Sumber : https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/14-jenis-teknologi-ramah-lingkungan-yang-bisa-diadposi-umkm

14 Jenis Teknologi Ramah Lingkungan yang Bisa Diadposi UMKM 14 Jenis Teknologi Ramah Lingkungan yang Bisa Diadposi UMKM Reviewed by zahrapkl on January 14, 2024 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.